Selasa, 13 Desember 2016

PEMENANG PILKADES KAB SOPPENG

Macanresoppeng News.Pemilihan kepala desa serentak di wilayah Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan,13 Desember 2016, berjalan aman dan sukses.

Dalam pemilihan tersebut,12 calon Kades yang berhasil terpilih sebagai kepala desa,yakni.

1.Desa Masing,H.Muh.Tang
2.Desa Pattojo,H,Herman
3.Desa Tinco,Mannahawu
4.Desa Lompulle,Andi.Amri
5.Desa Leworeng,Rusdi.
6.Desa Watu Juhari
7.Desa Goarie,A.Sillang
8.Desa Gattareng.Rappe
9.Desa Gattaren Toa,M.Nur
10.Desa Pising.Hj.Sitti,Salmiah
11.Desa Soga,H.Budirman
12.Desa Tetewatu.Eka Wijaya
Selamat mengembang amanat Rakyat...(Dalbo)

Selasa, 06 Desember 2016

Pendidikan Sekolah Dasar



Salah satu pengertian pendidikan yang sangat umum dikemukakan oleh Driyarkara (1980) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf insani harus diwujudkan di dalam seluruh proses atau upaya pendidikan. Di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa Pendidikan adalah Usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”.

Tingkat satuan pendidikan yang dianggap sebagai dasar pendidikan adalah sekolah dasar. Di sekolah inilah anak didik mengalami proses pendidikan dan pembelajaran. Dan, secara umum pengertian sekolah dasar dapat kita katakan sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan dasar dan mendasari proses pendidikan selanjutnya. Pendidikan ini diselenggarakan untuk anak-anak yang telah berusia tujuh tahun dengan asumsi bahwa anak seusia tersebut mempunyai tingkat pemahaman dan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan dirinya. Pendidikan dasar memang diselenggarakan untuk memberikan dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi anak didik. Pendidikan dasar inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri anak didik. Kita seharusnya memahami pengertian sekolah dasar sehingga dapat mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan di tingkat ini. Walaupun, kita pengenal pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi setidaknya mereka lebih mengedepankan untuk melatih anak bersosialisasi dengan teman dan masyarakat, bukan untuk mengikuti pendidikan dan pembelajaran yang mengarah pada pemahaman pengetahuan. 

Tujuan Pendidikan Dasar
Berkenaan dengan tujuan operasional pendidikan SD, dinyatakan di dalam Kurikulum Pendidikan Dasar yaitu memberi bekal kemampuan dasar membaca, menulis dan berhitung, pengetahuan dan ketrampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya, serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan di SLTP. Tujuan pendidikan Sekolah Dasar dapat diuraikan secara terperinci, seperti berikut :
1.    Memberikan Bekal Kemampuan Membaca, Menulis, dan Berhitung. 
2. Memberikan Pengetahuan dan Ketrampilan Dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya.
3.    Mempersiapkan Siswa untuk Mengikuti Pendidikan di SLTP.  

Sekolah Dasar Sebagai Pendidikan Dasar

Pengertian sekolah dasar dapat dikatakan sebagai kegiatan mendasari tiga aspek dasar, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ketiga aspek ini merupakan dasar atau landasan pendidikan yang paling utama. Hal ini karena ketiga aspek tersebut merupakan hal paling hakiki dalam kehidupan. Kita membutuhkan sikap-sikap hidup yang positif agar kehidupan kita lancar. Kita juga membutuhkan dasar-dasar pengetahuan agar setiap kali berinteraksi tidak ketinggalan informasi. Dan, yang tidak kalah pentingnya adalah keterampilan. Di sekolah dasar, kegiatan pembekalan diberikan selama enam tahun berturut-turut. Pada saat inilah anak didik dikondisikan untuk dapat bersikap sebaik-baiknya. Pengertian sekolah dasar sebagai basis pendidikan harus benar-benar dapat dipahami oleh semua orang sehingga mereka dapat mengikuti pola pendidikannya. Tentunya, dalam hal ini, kegiatan pendidikan dan pembelajarannya mengedepankan landasan bagi kegiatan selanjutnya. Tanpa pendidikan dasar, tentunya sulit bagi kita untuk memahami konsep-konsep baru pada tingkatan lebih tinggi.

Jumat, 11 November 2016

DI DESA PALANGISENG SOPPENG ADA WARGA MISKIN YANG TIDAK TERDATA

 Tribratanewssoppeng.com/Macanresoppeng News Bripka Budiaman Bhabinkamtibmas Desa Palangiseng bersilaturami dengan salah satu warga miskin di Desa Palangiseng Kecamatan Lilirilau Soppeng, Jumat (11/11/16).
Saat ditemui di kediamannya sang kakek terlihat memasak nasi dengan kayu bakar sembari membakar buah terong untuk dijadikan lauk.
Kakek ini tinggal sendirian dengan kondisi yang memprihatinkan, ungkap Bhabinkamtibmas.
Kapolres Soppeng Akbp Dodied Prasetyo Aji S.Ik M.H yang mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas, mengintruksikan untuk segera dibuatkan laporan.
Laporan tersebut nantinya akan dikordinasikan dengan Dinas Sosial Pemda Sop
peng.(*)

Rabu, 09 November 2016

RENUNGAN

Dah brp kalii dpt n baca cerita ini...tp tetap aj😭😭😭

Subhanallah.......
menangis rasanya hati membaca kisah ini. Tidak Ada Orang yang Tidak Memiliki Kompetensi

(Dari kisah nyata seorang guru.)

Di suatu madrasah ibtidaiyah, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan  sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.

Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.

Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.

Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis: “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”

“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.

Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”

Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”

Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”

Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”

Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, bagaimana kalau kamu juga belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”

Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.

Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, prepare dan review dia lakukan di bangkunya di kelasnya.

Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.

Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.

Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”

Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 MI. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”

Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”

Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 MI.”

Setahun kemudian, yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,

“Mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”

Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia
-------'----

Kalau hati bapak ibu  bergetar membaca cerita ini,boleh bapak ibu share ke semua orang terutama kepada guru/pendidik....karena keikhlasan mampu menggetarkan dunia......termasuk juga keikhlasan utk meng-share hal-2 kebajikan.

Semoga bermanfaat (Suntingan Arman Rio, Alhank Dalbo)

Sabtu, 05 November 2016

DAFTAR NAMA DESA YANG MENGIKUTI PILKADES KAB.SOPPENG

Desa yang akan melaksanakan Pilkades di Kabupaten Soppeng pada Desember tahun 2016 yaitu

Untuk Kecamatan Marioriwawo :
Desa Gattareng Toa, Desa Gattareng, Desa Watu, Desa Goarie, dan Desa Soga.

Kecamatan Liliriaja :
Desa Pattojo.

Kecamatan Citta :
Desa Tinco.

Kecamatan Lilirilau :
Desa Masing dan Desa Tetewatu

Kecamatan Ganra :
Desa Lompulle.

Kecamatan Donri – donri :
Desa Pising dan Desa Leworeng.

Dari 12 Desa yang akan melaksanakan Pilkades 10 Desa akan melaksanakan Pemilihan Langsung dan 2 Desa akan melaksanakan Pemilihan pergantian antar waktu (PAW) yaitu Desa Pising dan Desa Leworeng Kecamatan Donri-donri.Dalbo(*)

LOMBA MEWARNAI TINGKAT SD,TK SEPERTINYA KURANG PERENCANAAN

MacanreSoppengNews 06/11/2016: Pelaksanaan Lomba mewarnai tingkat PAUD/TK & Tingkat SD sepertinya kurang perencanaan hal ini diselenggarakan oleh PEGADAIAN Cabang Pare -Pare di gedung Pertemuan Masyarakat Soppeng.
Acara ini diikuti lebih dari 100 peserta banyak orangtua murid yang mengeluhkan masalah tempat yang kurang memadai penerangan dan sirkulasi udara. Ada beberapa kipas angin yang terpasang tapi cuma satu yg berfungsi. Adanya ketidak becusan Panitia menyebabkan banyaknya murid Tk dan SD yg menangis karena kepanasan. ini acara terkesan dipaksakan kata salah satu orangtua murid.dan mereka berharap diacara selanjutnya yg seperti ini supaya disusun Panitia yg pengalaman .

Jumat, 04 November 2016

AKHIRNYA AHOK MUNDUR JUGA

Jakarta(04/11/2016). Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok akhirnya mundur, beliau baru saja bertemu dengan  para tokoh masyarakat di istana Negara malam ini bersama Presiden Jokowi. Setelah belakangan ini kondisi semakin memanas akibat diserang kanan kiri dengan berbagai demonstrasi dari kalangan setempat. Ahok pada malamhari ini, akhirnya menyatakan mundur.

Keputusan itu diambil setelah Ahok mengikuti saran seseorang bawahannya. Keputusan itu dilakukan Ahok, Ketika Ahok setibanya di Istana Negara malam ini, setelah beliau pulang dari kampanye  di daerah Jakarta selatan.

Keputusan Ahok ini dianggap terlalu tergesa-gesa, dengan kenyataan bahwa waktu dan ruang masih tersedia cukup lebar untuk Calon Gubernur nomor urut 2 ini.
Lantas siapakah orang yang menyuruh ahok mundur? . . . . . . . . .

Ternyata orang tersebut adalah juru parkir Balai Kota. Ketika mobil Ahok mau parkir, juru parkir berkata, "Mundur.. Mundur.. Mundur terus pak..". Ahok pun mengalah dan akhirnya memundurkan mobilnya.

___________________________________________________________________

Please jangan tegang, santai ajah okeh ? kepala dingin bisa kan ?

Semua bentuk dari demokrasi pasti dapat diselesaikan dengan damai kok :) . Bahkan untuk orang-orang yang menyatakan tidak mengakui Demokrasi dan Pancasila-pun. Toh mereka akhirnya mengambil jalan yang demikian :) Junjung Demokrasimu dengan santun dan baik ! Keluarkan bebas suara dan pendapatmu! tapi ingat ?

NKRI Harga MATI!

Rabu, 02 November 2016

Semua senang bersama SKT

Terimah kasih untuk semua teman - teman terkhusus buat sahabat sekaligus saudara sy dari SKT ... Atas hadiah dan doanya untuk ULANG TAHUN SAYA. Saya bangga memiliki Kalian semua, sy tidak mampu berkata -kata untuk mengungkap perasaan sy. Hanya Allah yang mampu membalas semuanya dan Semoga Allah terus menjaga kebersamaan dan persaudaraan kita dunia dan Akhirat Amin...

Apabila selama ini ada perkataan dan perbuatan yg tidak berkenang mohon dimaafkan. Kesempurnaan hanya milik Allah khilaf dan dosa milik kita sebagai hamba.....

Kamis, 20 Oktober 2016

Dana BOS ....

Macanresoppeng News.Terkait ditetapkannya sebagi tiga tersangka dugaan korupsi dana Bantuan Bperasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Parepare, Dinas Pendidikan Kota Parepare masih mempertimbangkan upaya pendampingan hukum terhadap tiga oknum guru tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Parepare Anwar Saad menjelaskan, kendati semua aparatur pemerintahan berhak mendapat bantuan hukum, namun masih diperlukan pertimbangan. Terlebih, ketiga bawahannya tersebut diduga terlibat tindak korupsi.
“Akan kita lihat dulu, pelanggarannya apa,jika sebatas pelanggaran adminiatrasi, masih bisa kita tolerir, karna mungkin ada ketidak tahuan mereka, namun, jika terdapat unsur kesengajaan, tentu jadi pertimbangan, kami juga punya naluri,” jelasnya.
Anwar menambahkan, pihaknya juga masih akan mempelajari sejauh mana keterlibatan ketiganya. Namun, proses hukum yang saat ini berjalan, dinilai sebagai konsekwensi yang harus dihadapi aparatur yang melanggar aturan, sebelumnya kami selalu mengingatkan agar dalam penggunaan anggaran, tidak boleh ada penyimpangan.
“Saya tegaskan untuk para kepala sekolah jangan termakan isu soal kadis minta jatah, hingga memaksakan kondisi yang berimbas pada korupsi. Tidak ada seperti itu.” tegasnya
Terpisah, Kepala Inspektrat Parepare Husni Syam justru berpendapat lain. Menurutnya, seluruh anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), termasuk para guru, berhak mendapat bantuan dan pendampinhan hukum dalam kasus hukum yang dihadapi, termasuk korupsi. Asas praduga tak bersalah, harus tetap dikedepankan apalagi kasusnya sementara berjalan.
Pengakuan Husni, sebelum kasus itu masuk ke ranah hukum, pengeloaan dana BOS di SMPN 1 Parepare, sempat dievaluasi oleh pihaknya. Selain tidak akurat, hasil pemeriksaan pengelolaan dana BOS dari tahun 2010-2015 di sekolah tersebut, juga tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak terkait.
Diketahui, belum lama ini penyidik Polresta Parepare menetapkan mantan Kepala SMPN 1 Parepare YM, mantan wakasek SMPN 1 Parepare dan bendahara dana BOS SMPN 1 Parepare RS, sebagai tersangka dalam kasus yang diduga telah menimbulkan kerugian negara Rp2 miliar.

Sabtu, 08 Oktober 2016

@Manusia & Batasannya@ #


Kesuksesan Manusia Dapat Dilihat Dari Sisi Materi & Jabatan Jika Di Pandang Dari Sisi Duniawi, hal ini sangat tidak kekal.Jika materi masih dimiliki berlebih maka setiap orang akan mendekatimu, jika materi itu habis tak tersisa, satu per satu orang orang itu menghilang, demikian pula jabatan, jika sudah hilang, lambat laun orang orang itu juga menghilang@ Pernahkah engkau melihat, orang kaya yang tua renta, pejabat yang tua renta yang telah ditinggalkan oleh para pemujanya di saat mereka sudah tidak memiliki harta dan jabatan@Olehnya itu kredibilitas dalam hidup harus kita miliki sehingga kita terhindar dari hal demikian dan tetap menjadi panutan, didekati oleh orang orang walaupun keduanya tidak kita miliki atau manfaatkanlah keduanya di saat yang tepat sehingga kata kata indah dan memelas : Seandainya.........................seandainya.................seandainya pada saat saya memiliki materi yang berlimpah.............jabatan yang tinggi.........maka kamu akan saya................@Renungan_malam_8okt2016@#

Peran Kepala Sekolah dalam Memberi Contoh Keteladanan

Apa itu memberi contoh bagi kepala sekolah ?
Sebagai pemimpin kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin yang dapat di contoh perilaku dan tindakannya. Pemimpin menjadi transeter atau intertainmen di dalam pendidikan. Jadi segala sesuatu tindakan dari pemimpin atau kepala sekolah harus dapat di pertanggung jawabkan. Karena, kepala sekolah lah yang menjadi contoh utama di sekolah. Apabila sekolah memiliki manajemen yang bagus, maka apa yang dikatakan kepala sekolah dapat menjadi contoh bagi bawahaan. Pemimpin harus mempunyai dan memiliki berbagai macam syarat yang dapat dikatakann menjadi pemimpin. Jadi yang dimaksud dengan memberi contoh adalah dapat menjadi orang yang terdepan, tauladan dan segala perilakunya yang positif dapat ditiru oleh bawahan serta lingkungan kerja. Dalam hal ini guru, siswa dan staf.
Apa contoh nyata tindakan memberi contoh?
     Memberi contoh atau melakukan sebelum orang bawahannya melakukan, tidak hanya sekedar berbentuk tulisan namun harus diwujudkan. Jadi sebelum seorang dapat melakukan maka kepala sekolah harus selalu memiliki ide bagus untuk diwujudkan. Seorang pemimpin akan bisa disegani oleh bawahan apabila perilakunya dapat kita tauladani. Hal ini dengan sendirinya bawahan akan segan dan  menjadikan kepala sekolah contoh baik untuk ditiru. Meskipun hal ini sulit dan butuh waktu untuk melakukannya, akan tetapi kepala sekolah tetap harus memberi contoh positif untuk ditiru bawahan. Baik dalam prilaku, tutur kata maupun pribadinya. Di dalam sekolah, kepala sekolah ibarat intertainmen atau artisnya. Sehingga segala yang dilakukan akan menjadi pembicaraan atau dijadikan contoh. Disinilah kepala sekolah harus memiliki sifat-sifat yang yang layak dijadikan contoh dan tidak sembarangan dalam mengambil keputusan.
Tindakan apa yang dilakukan dalam memberi contoh?
            Kepala sekolah harus mampu perfeksional atau sempurna dan diharapkan mampu cekatan dalam pengambilan keputusan. Selalu ceria dan profesional akan dijadikan contoh dan membangun kenyamanan sekolah. Kepala sekolah yang ekstropet adalah kepala sekolah yang sering dijadikan idola dan contoh bagi bawahan.
–          Misal dengan datang setiap pagi sebelum siswa atau guru datang, maka apabila ada guru yang terlambat, besokknya akan memperbaiki diri karena segan dengan kepala sekolah.
–          Membantu staf kebersihan memungut sampah yang berserakan di sekolah, dari contoh seperti ini maka anggota atau penghuni sekolah perlahan akan mengikuti sikap kepala sekolah tersebut.
–          Selalu keliling dari kelas ke kelas dan memastikan proses KBM berjalan lancar, apabila ada kelas kosong kepala sekolah tidak marah, tetapi mengajak siswa masuk kelas dan bercerita banyak hal sambil menunggu guru datang.
–          Kepala sekolah tidak membatasi siswa, guru, kepala sekolah untuk saling berkomunikasi sebagai keluarga atau teman, dengan syarat kewibaan dan sopan satun harus tetap ada.
Dan masih banyak contoh lain yang dapat dilakukan kepala sekolah sebagai contoh bagi bawahan dan pengghuni sekolah. Dengan adanya sikap dan contoh seperti itu maka sekolah akan berjalan lebih baik dan rasa kekeluargaan akan tercipta dengan sndirinya. Apabila semua berjalan lancar maka sekolah ini akan menjadi contoh, tidak hanya dalam lingkungan sekolah tersebut tetapi dapat ditiru oleh sekolah lain juga.

Kepala Sekolah sebagai Motor Penggerak
            Kepemimpinan kepala sekolah merupakan motor atau daya penggerak daripada sumber-sumber, dan alat yang tersedia bagi suatu kelompok organisasi. Pemimpin harus mempunyai sifat yang baik yang dapat dijadikan contoh dalam lingkungan sekolah. Salah satunya harus rendah hati atau sederhana, sabar atau mempunyai kesetabilan emosi, suka menolong, percaya diri, jujur dan ahli dalam jabatannya. Kepala sekolah harus menjadi teladan atau contoh bagi karyawannya mengenai perilaku yang baik, juga dalam hal  kedisiplinan atau dalam bidang akademik. Sebagai contoh dalam hal kedisiplinan kepala sekolah dapat menyampaikan peraturan. Dalam kedisplinan maka kepala sekolah juga dapat melakukan kedisplinan itu, dalam hal akademik. Sebagai contoh setelah melakukan pengecekan atau evaluasi dalam administrasi pembelajaran. Setelah itu dilakukan evaluasi dalam proses pembelajaran. Apabila ada seorang guru ada yang kurang berhasil dalam melakukan proses pembelajaran, dapat dilihat pada hasil penilaian yang dicapai oleh anak didiknya. Kepala sekolah memberi contoh pada saat pembuatan rencana pembelajaran lengkap dengan metode dan media yang digunakan sesuai keadaan siswa dan sarana prasarana yang ada disekolah tersebut.
     Akan tetapi fakta yang terjadi dilapangan sebagian besar kepala sekolah tidak bisa melaksanakan secara maksimal. Hal ini bisa dipengaruhi oleh kemauan dari dalam diri kepala sekolah tersebut atau karena waktu yang memang belum direncanakan. Seharusnya kepala sekolah dapat menerapkan hal itu. Jika pengawas dapat benar-benar melakukan sesuai dengan tugasnya sehingga kepala sekolah dapat melaksanakannya.
Best Practices Kepala Sekolah dalam Memberi Contoh
            Misal sekolah swasta kekurangan dana oprasional sekolah maka kepala sekolah harus memiliki ide dan solusi dalam masyalah tersebut. Hal yang dapat dilakukan yaitu meminta bantuan dari departemen-departemen pendidikan. Akan tetapi, hal ini bukan termasuk ke dalam best practices memberi contoh. Memberi contoh nyatanya seperti kepala sekolah dapat membuat pemberdayaan tanaman pangan atau tanaman obat yang dapat bernilai jual. Tidak perlu membeli lahan akan tetapi dapat memanfaatkan lahan kosong atau taman sekolah sebagai lahannya. Contoh seperti ini tidak perlu dilakukan kepala sekolah sendiri. Akan tetapi dapat mengajak partisipasi siswa dan guru untuk saling bekerja sama membuat lahan pertanian. Setelah tanaman mengasilkan uang maka sekolah akan mendapat pemasukan lain untuk membantu biaya oprasional sekolah. Jadi peran dari kepala sekolah adalah memberi contoh atau bertindak langsung kelapangan. Tidak hanya memerintah saja.
            Contoh lain kepala sekolah mencanangkan kepada guru untuk memasukkan mata pelajaran SBK (Seni Budaya dan Ketrampilan) atau muatan lokal seperti yang ada pada kurikulum. Siswa diajarkan berkreasi nyata atau berimajinasi membuat suatu karya yang kemudian dapat dijual. Dari hasil penjualan ini akan membatu sekolah mendapatkan dana. Misal (gantungan kunci, tamplak meja, tas dari plasti bekas dll).

Rabu, 22 Juni 2016

Nenek PAKANDE

Legenda “NENE PAKANDE” Berasal Dari Kabupaten Soppeng ???

By alamsyahdalbo43@gmail.com

ilustrasi Nene Pakande

MacanresoppengNews — Nenek Pakande, urban legend yang berasal dari Sulawesi Selatan. “Pakande” dari namanya, berasal dari  ungkapan “Pakandre-kandre Tau”, yang berarti “Pemakan Manusia.”

Suatu waktu di Soppeng, sebuah daerah kecil di Sulawesi Selatan, warga desanya didatangi oleh seorang wanita tua asing yang akhirnya menetap di sana. Seluruh warga tidak mengenal wanita tua tersebut. Namun, seperti biasa orang yang baru singgah di suatu tempat, wanita tua itu pun disambut dengan tangan terbuka.

Beberapa saat kemudian, di suatu sore yang tenang di Soppeng, ada seorang ibu berteriak-teriak histeris mencari keberadaan anaknya. Mendengar itu, para tetangga dan warga lainnya segera mendatangi ibu itu dan menanyakan apa yang terjadi. Menurut kesaksiannya, dia terakhir melihat anaknya bermain di halaman rumahnya. Namun, tak lama ketika dia menyadari tidak ada lagi tanda-tanda keberadaan anaknya bermain, dia berubah menjadi panik. Setelah mencari-cari di sekitar rumahnya, dan belum juga menemukan buah hatinya, ibu itu menjadi cemas dan histeris.

“Saya sudah menasihatinya berkali-kali, agar tidak bermain terlalu jauh… tapi dia tidak mendengarkanku,” terang ibu malang itu, seraya sesenggukan menahan tangis.

Mendengar kesaksian yang baru saja ibu itu ceritakan, para warga lalu bersatu melakukan pencarian di seluruh desa itu. Mereka menyisir tiap tempat untuk menemukan anak yang terpisah dari ibunya itu. Namun, ketika malam sudah larut dan tidak ada tanda-tanda ditemukannya jejak sang anak, warga desa pun lalu menyerah. Malam itu, si anak tidak pulang ke rumah ibunya.

Keesokan harinya, warga desa masih berusaha mencari ke mana perginya anak kecil tersebut. Namun, bagaimana kerasnya mereka berusaha mencari, tidak ada sate jejak pun dari anak itu ditemukan. Warga desa putus asa, dan berusaha menenangkan sang ibu agar merelakan kenyataan bahwa anaknya telah hilang entah ke mana.

Ketika warga sudah tak melakukan pencariannya, mereka kemudian dikejutkan lagi oleh suatu peristiwa yang nyaris sama. Tepat di malam berikutnya, seorang anak dilaporkan hilang oleh orangtuanya. Saat itu, orangtua tersebut sedang beristirahat dan tertidur pulas di ranjangnya bersama anak kesayangannya. Namun ketika terbangun, di saat itulah mereka baru menyadari bahwa anak mereka telah raib.

Melihat kejadian hilangnya anak-anak kecil beberapa hari ini, para warga kemudian semakin cemas. Mereka lalu berkumpul dan memutuskan untuk meminta pertolongan dari dukun setempat untuk membantu mencari keberadaan anak-anak itu. Tidak hanya satu, namun beberapa dukun turut serta mencari dengan kemampuan supranaturalnya. Setelah beberapa saat melakukan ritual, para dukun di daerah itu lalu berhasil mendapatkan penerawangan yang jelas. Menurut mereka, anak-anak itu telah diculik oleh wanita tua yang beberapa hari sebelumnya singgah di daerah mereka. Berdasarkan penerawangan para dukun itu, wanita tua itu adalah seorang siluman yang biasa dikenal dengan sebutan Nenek Pakande. Mendengar itu, para warga riuh membicarakannya. Sebagian besar dari mereka cemas, takut, dan tidak tahu harus berbuat apa menghadapi Nenek Pakande tersebut.

Warga Soppeng memang sudah pernah mendengar kesaktian Nenek Pakande, nenek siluman yang suka memakan manusia terutama anak-anak dan memiliki ilmu yang sangat kuat.

“Nenek Pakande hanya takut dengan raksasa bernama Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale. Tapi keberadaan raksasa itu sudah tidak diketahui lagi,” kata seorang dukun, berusaha menenangkan warga desa yang mulai ketakutan.

Tidak ada satu pun warga desa di Soppeng tidak cemas mendengar keberadaan Nenek Pakande di lingkungan mereka, kecuali seorang pemuda bernama La Beddu. Di tengah-tengah kecemasan para warga, pemuda pemberani ini muncul dan berusaha memberi ide untuk melawan nenek siluman pemangsa anak-anak tersebut.

“Tidak ada yang harus ditakuti… semuanya hanya perlu diketahui.” Tutur pemuda itu, mengherankan sebagian besar warga desa yang masih terlalu sulit mengira-ngira maksud dari kalimatnya.

Melihat kebingungan yang ada di kepala orang-orang yang hadir di situ, La Beddu kemudian menjelaskan bahwa apabila mereka bersatu, mereka akan dapat mengalahkan Nenek Pakande dan bahkan membunuhnya, walau tanpa Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale. Masih terheran-heran dengan penjelasan La Beddu, mereka lalu diminta menyiapkan alat untuk membajak sawah, seember air dengan busa sabun di dalamnya, seekor kura-kura dan belut, selembar kulit rebung yang sudah kering, dan sebuah batu besar oleh pemuda itu.

Tidak mau terus kebingungan, para warga kemudian mendesak La Beddu menjelaskan apa maksud dan rencana yang akan dilakukannya. La Beddu kemudian menjelaskan karena raksasa yang ditakuti oleh nenek siluman itu sudah tidak mungkin membantu mereka, maka La Beddu bersedia untuk menyamar menjadi raksasa itu untuk menyerang Nenek Pakande. Mereka hanya perlu bersatu untuk menjebak nenek siluman itu.

Walau masih kebingungan, para warga tetap menyiapkan apa yang diminta oleh La Beddu tanpa banyak bertanya lagi. Sebagian dari mereka ada yang pergi mencari kura-kura, belut, dan mencari kulit rebung. Sebagian lagi menyiapkan alat bajak sawah, air busa sabun, dan sebongkah batu besar.

Setelah semua yang dibutuhkan La Beddu telah dikumpulkan warga, pemuda itu kemudian menjelaskan alasan mengapa semua benda itu diperlukan untuk melawan sang nenek. Menurut La Beddu, seluruh benda itu bisa memuluskan rencana penyamarannya sebagai seorang raksasa. Air busa sabun bisa mengelabui nenek siluman itu sebagai air liur raksasa, alat bajak sawah yang berbentuk sisir raksasa dan kura-kura yang mirip dengan kutu manusia yang berukuran besar tentu dapat menipu mata Nenek Pakande. Belut, dan batu besar nantinya akan digunakan untuk menyerang nenek jahat tersebut, dan kulit rebung yang sudah kering dapat membantu agar suaranya terdengar menggelegar, karena bentuk kulitnya yang mirip dengan terompet.

Mendengar penjelasan La Beddu yang lengkap, membuat semangat dan harapan warga desa membumbung tinggi. Mereka kemudian menyusun siasat, dan menaruh sebongkah batu besar dan belut yang tadi disiapkan di depan sebuah rumah panggung. Setelah segalanya telah siap, La Beddu sang pemuda cerdik itu masuk ke dalam rumah panggung itu untuk bersembunyi. Tak lupa, seorang anak bayi diletakkan di loteng rumah itu sebagai umpan Nenek Pakande.

Malam pun tiba, suasana saat itu sudah sangat sunyi. Sayup-sayup tangisan bayi terdengar dari dalam rumah itu. Tak lama setelah itu, Nenek Pakande muncul entah dari mana bersiap memasuki rumah panggung yang besar — asal suara tangisan bayi tersebut.

Nenek Pakande kemudian tergoda dengan aroma tubuh dari sang bayi yang diletakkan di sebuah kamar lantai atas rumah tersebut. Nenek siluman itu lalu dengan cepat menaiki tangga rumah dan bergegas menghampiri kamar di mana bayi itu menangis.

Ketika hendak membuka kamar tersebut. Sebuah suara keluar dari dalam rumah panggung itu, menyapa nenek itu yang sontak terkejut mendengarnya.

“Aku adalah Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale!” sahut suara itu seraya tertawa khas raksasa, setelah nenek itu menanyakan siapa pemilik suara tersebut.

Walau sudah mendengar itu, Nenek Pakande masih tidak percaya bahwa itu adalah raksasa yang ditakutinya. Tak lama kemudian, setetes besar air busa sabun menyerupai ludah raksasa membasahi lantai rumah tersebut. Terdengar lagi suara yang menggelegar itu menanyakan apakah nenek siluman itu telah mempercayai bahwa raksasa Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale telah berada dalam rumah itu.

Lagi-lagi, Nenek Pakande ini tidak mempercayai hal itu begitu saja. Melihat nenek siluman itu tidak mudah untuk dikelabui, La Beddu lalu menjatuhkan lagi alat bajak sawahnya beserta seekor kura-kura yang tampak seperti sisir raksasa dan seekor kutu yang amat besar. Melihat itu, Nenek Pakande sontak terkejut dan ketakutan. Dia sadar bahwa raksasa yang selama ini ditakutinya memang benar merupakan p mghuni clan_ rumah panggung yang besar ini.

Nenek Pakande yang jahat itu lalu ingin secepatnya meninggalkan rumah itu, dia langsung berlari menuju pintu keluar rumah itu. Namun, ketika hendak sampai di pintunya, warga desa telah melepas seekor belut yang membuat nenek siluman itu terpeleset setelah menginjak belut yang licin itu. Nenek itu lalu terguling-guling jatuh menghantam tangga, dan setelah sampai ke tanah, kepala nenek itu terbentur dengan batu yang besar — yang telah disiapkan — di bawahnya.

Nenek Pakande pun terluka parah, kepala dan tubuhnya berdarah-darah. Namun, siasat warga desa belum berhasil membunuh sang nenek. Nenek itu pun kemudian berdiri kembali dan bergegas meninggalkan tempat itu dan menghilang dalam kegelapan. Namun, ada satu hal yang masih diingat sampai sekarang, dan itu adalah alasan mengapa Nenek Pakande sampai sekarang masih menjadi urban legend Sulawesi Selatan. Konon, sebelum meninggalkan tempat itu, Nenek Pakande bersumpah bahwa suatu hari dia akan kembali lagi, memangsa anak-anak mereka ketika mereka lengah.

Legenda Nenek Pakande merupakan cerita rakyat yang sudah diceritakan turun-temurun sejak lama. Dari cerita inilah, para orangtua selalu berpesan kepada anaknya agar jangan bermain terlalu jauh dari rumah — terutama ketika hari sudah gelap. Apabila anak-anak mereka tidak mendengarkan nasihat ini, suatu kali Nenek Pakande akan datang menculik dan memakan mereka.

Copyright © 2016 macanresoppeng.blogspot.com

Senin, 20 Juni 2016

BUPATI MENYAPA

"BUPATI MENYAPA" (Kec. Lilirilau, Senin 20 Juni 2016)
Acara BUPATI MENYAPA sekaligus dirangkaikan dgn acara Buka Puasa bersama dilaksanakan di Macanre pada hari senin tanggal 20 juni 2016 Program Bupati Menyapa ini telah kami rancang & perkenalkan pd saat kampanye untuk menjadi program di pemerintahan kami, yang tentunya bertujuan untuk mempererat hubungan, memudahkan komunikasi antara pemerintah dg masyrakat.Untuk Kec. Lilirilau kami memprioritaskan untuk menyelesaikan masalah Pasar Cabbeng krn ini adalah merupakan urat nadi perekonomian kec. Lilirilau.kata A.KASWADI RAZAK Bupati soppeng.

Pada acara Bupati Menyapa ini dihadiri oleh  takoh Pemuda dan tokoh  masyarakat se- kecamatan Lilirilau jg dilakukan tanya jawab antara masyarakat dgn Kepala Dinas terkait.
Acara tersebut dihadiri kurang lebih ribuan masyarakat dari seluruh penjuru kec.Lilirilau ,Masyarakat merasa bangga dengan diadakannya acara seperti ini.ini menandakan bahwa pemerintah dgn masyarakat soppeng betul betul TANPA SEKAT.....Acara ini jg dirangkaikan dg Bukapuasa bersama & kemudian dilanjutkan dg SAFARI RAMADHAN di mesjid Darul Muttaqin Macanre.

Selasa, 07 Juni 2016

Kapan kita TAUBAT ???

Tanda2 kiamat

✓Banyak anak lahir dari hasil perzinahan
✓Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
✓Pintu pengampunan akan ditutup
✓Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar2nya
✓Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang (apakah Riau salah satunya)
✓Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan (apakah Riau juga)
✓Banjir tiap daerah
✓Pemusnahan/runtuhnya Kabah
✓Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
✓Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa kaget dan ketakutan Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali

*Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
"Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak"
Kita bisa kirim ribuan kalimat mesra, promote, bc yang ga terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.

Allah berfirman : "jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari surgaKu"
Itulah yg dimaksud dajjal yg bermata satu:artinya hanya mmikirkan duniawi drpda akhirat

*Kerugian meninggalkn sholat :
✓Shubuh: Cahaya wajah akan pudar.
✓Dzuhur: Berkah pendapatan akan hilang.
✓Ashar: Kesehatan mulai terganggu.
✓Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.
✓Isya: Kedamaian dlm tidur sulit didapatkan.
Sebarkanlah dgn ikhlas.
Setan pun berbisik d'kuping "dah lah ga usah ga penting cape"in doang

Subhanallah....
Semoga yang mengucapkan Aamiin di kolom komentar di dunia hidupnya sukses, dan di akhirat masuk surga firdaus tanpa hisab.

Aamiin

Minggu, 29 Mei 2016

Baca ini.....

Warga Ramai-Ramai Ke Masjid Karena Pria Ini Adzan Jam 10 Malam, Ternyata…

Kisah ini selayaknya bisa menjadikan kita tersadar betapa pentingnya sebuah panggilan Allah dalam setiap shalat lima waktu. Mungkin sebagian dari kita akan langsung berkomentar negatif jika hanya melihat dari judulnya saja. Akan tetapi cacian dan hinaan tersebut akan berubah 180 derajat ketika menyimak lebih lanjut kisah berikut.

Malam itu suasana di kampung begitu hening dan tepat pukul 10 malam, suasana pun berubah menjadi sebuah kehebohan. Pasalnya seorang pria mengumandangkan adzan di jam yang bukan pada tempatnya. Melalui pengeras suara, pria itu pun mengumandangkannya di mushalla kecil sehingga langsung memecah keheningan malam.

Warga mulai keluar dari rumah mereka masing-masing dan beramai-ramai menuju sumber suara itu, meski sebenarnya mereka sudah mengetahui siapa yang melakukan keanehan tersebut dari suaranya.

Pria itu adalah Mbah Sadi yang berumur kepala tujuh. Dalam perjalanan menuju mushalla, setiap warga tak henti-henti saling bertanya tentang kelakuan Mbah Sadi yang dinilai aneh malam tersebut. Padahal ia bukanlah seorang yang gila ataupun pikun.

Maka ketika mereka telah sampai di depan Mushalla dan Mbah Sadi pun telah selesai mengumandangkan adzan, pak RT yang memimpin keramaian warga mulai bertanya.

“Mbah tahu tidak sekarang sudah jam berapa??”

line-height: 150%;">Salah seorang warga ikut menimpali,“Adzan apa sekarang, Mbah?? Jangan-jangan Mbah ikut aliran sesat.” Sementara yang lain berkomentar seenaknya, “Jangan-jangan Mbah sudah gila. Jam segini adzan kalau bukan aliran sesat berarti gila.”

Dengan tenang Mbah Sadi menjawab,“Kalian ini ! Tadi saya adzan Isya tak seorang pun yang datang ke mushalla. Sekarang saya adzan jam 10 malam, semua ramai-ramai ke mushalla. Malah satu kampung yang datang..!!! Jadi siapa yang gila???”


Mendengar ucapan Mbah Sadi, warga pun satu persatu mulai pulang karena malu. Pak RT yang sedari awal vokal pun perlahan-lahan mundur dan tidak berani menatap wajah Mbah Sadi.

Memang terkadang ketika diingatkan secara baik-baik, kita enggan untuk mendengarkan. Namun ketika ada kesempatan untuk membodoh-bodohkan ataupun memarahi orang lain, kita masih mau menyempatkan waktu meski sebenarnya sibuk.

Sadarkah kita dengan kisah ini? Sudahkah kita beranjak sesegera mungkin ketika muadzin mengumandangkan adzan untuk bisa shalat tepat waktu? Atau malah seperti warga-warga dalam kisah tersebut yang melalaikan panggilan Allah?

Masa sih didepan TV kita bisa berlama-lama melihat sinetron atau dimedia sosial kuat, dimasjid cuma 15menit saja tidak? Malu dong sama Mbah Sadi :)

Semoga kita mau memperbaiki kesalahan kita dan tidak langsung berucap negatif kepada orang lain tanpa melihat dahulu permasalahannya.

Wallahu A’lam

Dengan mengshare artikel ini mudah-mudahan teman-teman atau saudara kita yang jarang ke masjid akan sadar dan mau rajin ke masjid. Amin ya rabbal alamin.

Renungan

Tuhan...
terlalau lelah  badan.hati dan jiwa ini mencari rezeki dan ridho Mu.....seakan putus asa itu terus mengikuti setiap langkahku.......tp aku terus berucap La ilaha illallah untuk ke Esaan Mu..

Engkau maha mengetahui segala kepedihan yg ada di hati dan jiwa ini.....keinginan ini seakan terus  mendera batin untuk menghalalkan segala cara .... Tuhan......aq akui diri ini terkadang ingkar dengan segala perintahmu......aq ini kotor dan penuh dosa dihadapanMu...

Tuhan.......apakah mungkin Engkau mengampuni dosaku selama ini?? Tapi .... aq ikhlas dgn semua cobaan yg Enkau berikan padaku....semua itu adalah harga yg harus sy bayar untuk mencapai Ridho Mu.....

Aq berusaha untuk tdk mengeluh atas semua cobaan yg engkau berikan.......Tuhan....hapuslah semua iri dan dengki yg ada dihati ini......aq percaya bahwa engkau maha mengetahui segalanya......Kuasa Mu sangat nyata .......Tuhan.....aq tdk meminta apapun kecuali pada Mu....aq tdk menyembah yg lain kecuali pada Mu....

Hati ini terkadang kecewa dgn apa yg selama ini orang lain alami.... tp ....aq tetap membujuk hati ini agar ttp terus bersyukur atas segala nikmatmu......walaupun.......walaupun.......tdk seindah dgn apa yg orang lain alami.

Tuhan kuberserah semuanya hanya untuk Mu setiap suka dan dukaku ku gayutkan pada setiap doa ku ....aq percaya suatu saat Engkau akan mengabulkannya...

SEJARAH LENGKAP PERJALANAN HIDUP DAN KEKUASAAN SOEHARTO


Sejarah Lengkap Perjalanan Hidup dan Kekuasaan Soeharto

Haji Muhammad Soeharto, dipanggil akrab Pak Harto, adalah sosok nama besar yang memimpin Republik Indonesia, selama 32 tahun. Suatu kemampuan kepemimpinan luar biasa yang harus diakui oleh teman dan lawan politiknya (senang atau tidak). Ia menggerakkan pembangunan dengan strategi Trilogi Pembangunan (stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan). Bahkan sempat mendapat penghargaan dari FAO atas keberhasilan menggapai swasembada pangan (1985). Maka, saat itu pantas saja ia pun dianugerahi penghargaan sebagai Bapak Pembangunan Nasional.

Namun, akhirnya ia harus meletakkan jabatan secara tragis, bukan semata-mata karena desakan demonstrasi mahasiswa (1998), melainkan lebih akibat pengkhianatan para pembantu dekatnya yang sebelumnya ABS dan ambisius tanpa fatsoen politik. Saat ia baru meletakkan jabatan, ada rumor yang berkembang. Seandainya Pak Harto mendengar hati nurani isteri yang dicintainya, Ibu Tien Soeharto, yang konon, sudah menyarankannya berhenti sekitar sepuluh tahun sebelumnya, pasti kepemimpinnya tidak berakhir dengan berbagai hujatan yang memojokkannya seolah-olah ia tak pernah berbuat baik untuk bangsa dan negaranya.

Ia memang seperti kehilangan ‘inspirasi’ dan ‘teman sehati’ setelah Ibu Tien Soeharto meninggal dunia (Minggu 28 April 1996). Pak Harto bukan pria satu-satunya yang merasakan hal seperti ini. Banyak pria (pemimpin) yang justru ‘kuat’ karena didukung keberadaan isterinya. Salah satu contoh, Bill Clinton mungkin sudah akan jatuh sebelum waktunya jika tak ditopang isterinya Hillary Clinton.

Pak Harto tidak segera mencari pengganti isterinya. Kesepiannya seperti teratasi atas dorongan pengabdian kepada bangsa dan negaranya. Ia menghabiskan waktu dalam mengemban tugas beratnya sebagai presiden. Apalagi beberapa pembantunya memberinya laporan dan harapan yang mendorongnya untuk tetap bertahan sebagai presiden. Bahkan, bersama pembantunya (menterinya) BJ Habibie, ia bisa berjam-jam berbicara. Tak jarang para staf harus menyediakan mie instan jika menunggui pertemuan mereka itu.

Rakyat bangsa ini tentu masih ingat. Seusai Pemilu 1997 dan sebelum Sidang Umum MPR, Maret 1998, para pembantunya, di antaranya Harmoko, selaku Ketua Umum DPP Golkar, menyatakan akan tetap mencalonkan HM Soeharto sebagai presiden 1998-2003. Tapi, justeru pada HUT Golkar ke-33, Oktober 1997 itu, HM Soeharto mengembalikan pernyataan itu untuk dicek ulang: Apakah rakyat sungguh-sungguh masih menginginkannya menjadi presiden?

Setelah berselang beberapa bulan, tepatnya tanggal 20 Januari 1998, tiga pimpinan Keluarga Besar Golkar atau yang lazim disebut Tiga Jalur Golkar, yakni jalur Golkar/Beringin (Harmoko), jalur ABRI (Feisal Tanjung) dan jalur birokrasi (Yogie SM), datang ke Bina Graha menyampaikan hasil pengecekan ulang keinginan rakyat dalam pencalonan HM Soeharto sebagai Presiden RI.

Saat itu mereka melaporkan kepada Pak Harto. "Bahwa ternyata rakyat memang hanya mempunyai satu calon Presiden RI untuk periode 1998-2003 yaitu HM Soeharto,” kata Harmoko mengumumkan kepada pers usai melapor kepada Pak Harto. "Mayoritas rakyat Indonesia memang tetap menghendaki Bapak Haji Muhammad Soeharto untuk dicalonkan sebagai Presiden RI masa bakti 1998-2003," tutur Harmoko yang didampingi M Yogie SM dan Jenderal TNI Feisal Tanjung ketika itu.

Menurut Harmoko, Jenderal TNI (Purn) H Muhammad Soeharto, setelah menerima hasil pengecekan itu, menyatakan bersedia dicalonkan kembali sebagai Presiden RI masa bhakti 1998-2003. Selain mengumumkan kesediaan Pak Harto dipilih kembali sebagai Presiden RI, menurut Harmoko, Keluarga Besar Golkar juga membuat kriteria untuk calon Wakil Presiden, antara lain memahami ilmu pengetahuan dan industri. Pernyataan ini mengarah kepada BJ Habibie.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh keluarga besar Golkar itu, masih menurut Harmoko, Pak Harto menghargai kepercayaan sebagian besar rakyat Indonesia tersebut walaupun harus ada pengorbanan bagi kepentingan keluarga. Tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara, Haji Muhammad Soeharto tidak mungkin menghindar dari tanggung jawab sebagai patriot dan pejuang bangsa.

"Dengan adanya kepercayaan rakyat ini tidak membuat Bapak Haji Muhammad Soeharto bersikap 'tinggi glanggang colong playu.' Itu istilah Pak Harto yang artinya tidak meninggalkan tanggung jawab dan mengelak dari kepercayaan rakyat tersebut demi kepentingan negara dan bangsa," tegas Harmoko.

Tapi, ternyata itulah awal sebuah tragedi pembusukan dan pengkhianatan digulirkan. HM Soeharto memang terpilih kembali menjadi Presiden periode 1998-2003 pada Sidang Umum MPR, 1-11 Maret 1998. Didampingi BJ Habibie sebagai wakil presiden.

Namun, komponen mahasiswa dan berbagai kelompok masyarakat terus melancarkan demonstrasi meminta Presiden Soeharto dan Wapres BJ Habibie turun serta Golkar dibubarkan. Saat itu, Pak Harto masih terlihat yakin bahwa demonstrasi itu akan surut dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Maka pada awal Mei 1998, ia berangkat ke Kairo, Mesir, untuk menghadiri KTT Nonblok. Saat berangkat, di bandara Halim Perdanakusuma, ia dilepas Wakil Presiden BJ Habibie, Fangab Feisal Tanjung, juga Ketua Harian ICMI Tirto Sudiro dan sejumlah menteri lainnya yang sebagian diantaranya kemudian mengkhianatinya.

Sementara, sepeninggal Pak Harto, dalam beberapa hari kemudian, suasana Jakarta semakin mencekam. Selain akibat demonstrasi mahasiswa makin marak, juga tersiar isu terjadi sesuatu misteri dalam tubuh ABRI. Misteri itu diwarnai arah pengelompokan dalam tubuh militer itu. Selain banyak aktivis pro demikrasi ‘hilang’ entah kemana, juga diisukan ribuan anggota militer ‘menghilang’ dari kesatuannya memembawa persenjataan lengkap dan amunisi cadangan.

“Apa yang sesungguhnya sedang terjadi di Indonesia, adalah suatu tanda tanya besar yang harus segera dicari jawabannya. Apakah suatu power game sedang dimainkan di Indonesia? Siapa yang bermain dengan kelompok bersenjata, serta bagaimana peta kekuatan gerakan sipil? Adalah sesuatu yang harus kita analisa bersama,” tulis sebuah majalah ketika itu. Beberapa pertanyaan yang sampai hari ini tetap misterius.

Suasana makin mencekam, pada 12 Mei 1998, akibat terjadinya penembakan mahasiswa di kampus Universitas Trisakti, yang kemudian dikenal sebagai Tragedi Trisakti. Empat orang mahasiswa gugur. Mahasiswa makin ‘marah’. Hampir di seluruh kampus terjadi demonstrasi. Bahkan sebagian mulai keluar dari kampusnya. Bersamaan dengan itu, terjadi pembakaran mobil di sekitar parkir dekat Universitas Trisakti.

Bahkan, 13 Mei 1998, mahasiswa seperti dipancing untuk keluar dari kampusnya. Situasi di Universitas Katolik Atmajaya Jakarta justeru mengundang tanda tanya. Ada sekelompok demonstran yang melempari mahasiswa dalam kampus itu karena mereka tidak keluar dari kampusnya. Para mahasiswa tetap berada dalam kampus dalam suasana berkabung.

Besoknya, 14 Mei 1998, terjadilah malapetaka di Jakarta. Warga keturunan Cina menjadi sasaran. Pertokoan dan pusat-pusat perbelanjaan dibakar. Saat itu, Jakarta seperti tak punya petugas keamanan. Sementara para petinggi ABRI berada di Malang. Di lapangan sangat terasa ada provokator yang menggerakkan. Di beberapa tempat, ada teriakan: “Mahasiswa datang… mahasiawa datang!”

Dalam kondisi chaos itu, rupanya mahasiswa sangat jeli. Tampaknya, mereka menghindari dijadikan kambinghitam. Karena hari itu, dan besoknya, tidak ada demonstrasi mahasiswa yang keluar dari kampusnya. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang sebelumnya tidak biasa ikut demonstrasi, memilih tidak pulang dari kampus daripada terjebak di jalan yang penuh kerumunan.

Situasi ini memaksa HM Soeharto pulang lebih cepat dari jadual dari Mesir. Sebelum pulang, beredar isu bahwa ia akan dihadang oleh mahasiswa. Tapi Soeharto tetap pulang, tanpa terjadi penghadangan seperti diperkirakan sebelumnya. Sebelum pulang, di hadapan warga Indonesia di Mesir, ia menyatakan bersedia mundur jika rakyat menghendakinya. Saat itu, ia menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan bersenjata melawan mahasiswa dan kehendak rakyat.

Setiba di Jakarta, HM Soeharto kemudian mengundang beberapa tokoh masyarakat, di antaranya Abdurrahman Wahid dan Nurcholis Madjid, tanpa Amien Rais dan Adi Sasono, untuk membicarakan pembentukan Komite Reformasi. Ia juga berencana merombak kabinetnya menjadi Kabinet Reformasi. Ia menawarkan reformasi secara gradual untuk mencegah terjadinya keguncangan.

Ia juga menerima rombongan rektorUniversitas Indonesia. Mereka ini datang untuk meminta Presiden Soeharto berhenti dengan hormat. HM Soeharto mempersilahkan mereka menyampaikan aspirasi itu melalui MPR. Demonstrasi mahasiswa pun akhirnya terpusat ke gedung MPR/DPR. Mereka menduduki gedung legislatif itu.

Harmoko, yang menjabat Ketua MPR dan pimpinan MPR lainnya menampung desakan mahasiswa yang meminta Pak Harto turun. Di hadapan para mahasiswa itu, Harmoko menyatakan bahwa pimpinan MPR setuju dengan desakan mahasiswa untuk meminta Pak Harto mundur. Harmoko seperti tak terpengaruh atas pernyataannya saat meminta kesediaan Pak Harto untuk dicalonkan kembali menjadi presiden jauh hari sebelum SU MPR.

Pernyataan Harmoko ini kemudian dijelaskan (dibantah) Pangab Jenderal Wiranto sebagai bukan pernyataan institusi tapi lebih merupakan pernyataan pribadi.

HM Soeharto tentu dengan cermat terus mengikuti perkembangan itu. Sampai sore tanggal 20 Mei 1998, tampaknya ia masih yakin akan bisa mengatasi keadaan secara damai dengan membentuk Komite Reformasi dan merombak kabinet menjadi Kabinet Reformasi. Tapi keinginan baik Pak Harto ini disambut dingin berbagai kalangan bahkan tragisnya ditolak sebagian pembantunya (menteri) yang dibesarkannya.

Rupanya inilah detik-detik terakhir ia menjabat presiden. Hari itu, Rabu 20 Mei 1998 sekitar pukul 19:30, Pak Harto menerima Mantan Wakil Presiden Sudharmono di kediaman Jalan Cendana 8 Jakarta. Saat itu, menurut Sudharmono, Presiden Soeharto menyatakan tetap akan melaksanakan tugas-tugas kepresidenan dan segera akan mengumumkan pembentukan Komite Reformasi serta mengadakan perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII.

Sekitar setengah jam berikutnya, pukul 20.00, Wakil Presiden B.J. Habibiemenghadap Pak Harto. Lalu sekitar pukul 20:30, Saadillah Mursyid diminta menemui Presiden Soeharto yang sedang bersama Wakil Presiden B.J. Habibie di ruang tamu kediaman Jalan Cendana 8 itu. Di hadapan Wakil Presiden BJ Habibie, Presiden Soeharto meminta Saadillah Mursyid, Menteri Sekretaris Negara, mempersiapkan naskah final: Keputusan Presiden tentang Komite Reformasi dan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Kabinet Reformasi.

Saat itu, Presiden Soeharto menyatakan akan mengumumkan dan melaksanakan pelantikannya besok hari, Kamis 21 Mei 1998. Untuk keperluan itu Presiden Soeharto juga minta agar ruang upacara atau yang lazim disebut ruang kredensial di Istana Merdeka dipersiapkan.

Kemudian Wakil Presiden B.J Habibiepulang. Sementara itu, sebanyak empat belas orang menteri membuat pernyataan tidak bersedia ikut serta dalam Kabinet Reformasi yang direncanakan Pak Harto. Mereka itu adalah para menteri yang sebelumnya dibesarkan Pak Harto.

Lalu, sekitar pukul 21:00, setelah BJ Habibiepulang itu, Saadillah Mursyid mohon untuk bisa melanjutkan bertemu dengan Pak Harto. Dalam kesempatan itu, Saadillah Mursyid melaporkan bahwa sejumlah orang-orang yang direncanakan untuk menjadi anggota Komite Reformasi telah menyatakan menolak. Saadillah juga melaporkan adanya informasi bahwa empat belas orang menteri yang direncanakan akan duduk dalam Kabinet Reformasi menyatakan tidak bersedia ikut serta dalam Kabinet. Setelah itu, Saadillah pulang.

Tapi sekitar pukul 21:40, Saadillah Mursyid diminta menemui Presiden Soeharto lagi. Saadillah bergegas menuju ruangan di tempat biasanya Presiden menerima tamu, termasuk menerima para menteri. Saadillah terkejut karena Presiden tidak ada di ruangan itu. Ketika ditanyakan, barulah ajudan memberitahukan bahwa Presiden Soeharto menunggu di ruang kerja pada bagian kediaman pribadi.

Sekitar pukul 22:15 hari Rabu 20 Mei 1998 itu, HM Soeharto mempersilakan Saadillah duduk di sebelahnya. Kursi hanya ada satu, di situ HM Soeharto duduk. Lalu Saadillah dipersilahkan menggeser puff, sebuah tempat duduk empat persegi, agar bisa lebih dekat.

Setelah hening sejenak, kemudian HM Soeharto mengatakan: “Segala usaha untuk menyelamatkan bangsa dan negara telah kita lakukan. Tetapi Tuhan rupanya berkehendak lain. Bentrokan antara mahasiswa dan ABRI tidak boleh sampai terjadi. Saya tidak mau terjadi pertumpahan darah. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk berhenti sebagai Presiden, menurut Pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945.“

Lalu, kepada Saadillah sebagai Menteri Sekretaris Negara, diminta untuk mempersiapkan empat hal. Pertama, konsep ‘Pernyataan Berhenti dari jabatan Presiden RI’; Kedua, memberitahu pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat bahwa permintaan pimpinan DPR untuk bertemu dan melakukan konsultasi dengan Presiden akan dilaksanakan hari Kamis, 21 Mei 1998 pukul 09:00 di ruang Jepara Istana Merdeka; Ketiga, memberitahu Wakil Presiden BJ Habibie agar hadir di Istana Merdeka hari Kamis tanggal 21 Mei 1998 pukul 09:00 dan agar siap untuk mengucapkan Sumpah Jabatan Presiden di hadapan Ketua Mahkamah Agung; Keempat, memohon kehadiran Ketua Mahkamah Agung di Istana Merdeka hari Kamis 21 Mei 1998 pukul 09:00.

Saadillah pun segera memberitahu Pimpinan DPR, Wakil Presiden dan Ketua Mahkamah Agung melalui telepon. Malam sudah larut menjelang tengah malam. Lalu, bersama-sama staf, Saadillah segera mulai melakukan penyusunan naskah Pernyataan Berhenti Presiden. Setelah mendapatkan pokok-pokok dan arahan, Bambang Kesowo, waktu itu Wakil Sekretaris Kabinet, dan Soenarto Soedharmo, ketika itu Asisten Khusus Menteri Sekretaris Negara mulai menyusun konsep awal. Sementara Yusril Ihza Mahendra, ketika itu Pembantu Asisten (Banas) Menteri Sekretaris Negara, memberikan masukan-masukan terutama dari segi hukum tata negara.

Konsep disusun secara bersama-sama, sebagaimana layaknya suatu pekerjaan staf. Bukan hasil kerja orang perorangan. Setelah konsep diteliti dan dikoreksi beberapa kali, pada pukul 03:00 menjelang subuh tanggal 21 Mei 1998 naskah Pernyataan telah siap untuk diajukan kepada Presiden.Naskah diajukan melalui prosedur yang sudah baku pada Sekretariat Negara. Konsep yang sudah diketik rapi diserahkan kepada Ajudan. Ajudan menaruh naskah itu di meja kerja Presiden. Pagi harinya, Kamis, 21 Mei 1998 sekitar pukul 10:00 pagi di ruang upacara Istana Merdeka, yang lazim ketika itu disebut ruang kredensial, Presiden Soehartomenyampaikan pidato Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam pidatonya itu Presiden Soehartoantara lain menyatakan: “Saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII. Namun demikian kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud, karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan Komite tersebut. Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara yang sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi.”

“Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan ketentuan Pasal 8 UUD 1945 dan setelah dengan sungguh-sungguh memperhatikan pandangan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dan pimpinan Fraksi-Fraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini, pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998.“

Selepas itu, dengan ditemani puteri sulungnya, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) dan Saadillah Mursyid, Pak Harto melambaikan tangan meninggalkan Istana Merdeka pulang ke kediaman di Jalan Cendana 8. Ketika sampai di kediaman, sebelum duduk di ruang keluarga, Pak Harto mengangkat kedua belah tangan sambil mengucap: “Allahu Akbar. Lepas sudah beban yang terpikul di pundakku selama berpuluh-puluh tahun.“ Kemudian, putera-puteri dan keluarga menyalaminya. Setelah itu, Pak Harto pun menjadi bulan-bulanan caci-maki dan hujatan. Bukan hanya dari orang-orang yang sebelumnya tidak sejalan dengan Pak Harto, melainkan lebih lagi dari para menteri dan tokoh-tokoh Golkar yang selama ini tak sungkan-sungkan melakukan berbagai cara untuk bisa mendekat. Bahkan BJ Habibie yang mengaku dibesarkan HM Soeharto juga tampak tanpa fatsoen politik mengambil sikap bahwa dalam politik tidak ada persahabatan yang kekal, hanya kepentinganlah yang abadi. Mereka tidak segan-segan memosisikan Pak Harto dan keluarga Cendana ibarat keranjang sampah. Tempat pembuangan semua yang kotor. Bahwa semua kekotoran pada era Orde Baru ditimpakan ke pundak Pak Harto dan keluarganya. Sepertinya, HM Soeharto dan keluarganya sebagai satu-satunya yang melakukan korupsi pada era itu.

HM Soeharto pun ‘diasingkan’ dari Golkar yang dibesarkannya. Elit-elit Golkar malah yang duluan teriak agar Soeharto ditahan karena kejahatan-kejahatan yang dituduhkan kepadanya selama memerintah. Golkar yang sebelumnya lebih didonimasi pengaruh ABRI tampak bergeser lebih didominasi elit-elit ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).

Suatu tragedi tendensius konstitusi, yang kental diwarnai subjektivitas politik pun terjadi. Pada Sidang Istimewa MPR 13 November 1998 – MPR yang masih didominasi kekuatan Golkar hasil Pemilu 1997 – menetapkan Ketetapan MPR No.XI/MPR/1998. Pasal 4 ketetapan MPR itu berbunyi: “Upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapapun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga, dan kroninya maupun pihak swasta/ konglomerat termasuk mantan Presiden Soeharto dengan tetap memperhatikan prinsip praduga tidak bersalah dan hak-hak asasi manusia.” Penyebutan nama orang secara eksplisit – mantan Presiden Soeharto – dalam pasal ini tampak tendensius, absurd dan sangat diwarnai sifat subjektivitas politik serta di luar kelaziman sistem ketatanegaraan Indonesia. Bukankah sebaiknya format suatu Tap MPR merupakan garis-garis umum dari suatu kebijakan negara? Jadinya, pasal ini  seperti hendak diposisikan hanya berlaku kepada mantan Presiden Soeharto, tetapi tidak berlaku bagi mantan presiden yang lainnya.
Tampaknya, itulah puncak pengkhianatan beberapa mantan menteri dan elit Golkar yang dibesarkannya. Kendati Pak Harto tidak pernah mengatakan secara eksplisit bahwa mereka ini mengkhianatinya. Tapi sikapnya yang sampai hari ini belum bersedia menerima kunjungan BJ Habibie dan beberapa mantan menteri dan elit Golkar lainnya bisa dipahami berbagai pihak sebagai indikasi ke arah itu. Pak Harto pun menunjukkan ketabahan dan keteguhannya. Ia pun akhirnya sempat diadili dengan tuduhan korupsi, penyalahgunaan dana yayasan-yayasan yang didirikannya. Ia menyatakan bersedia mempertanggungjawabkan dana yayasan itu. Tapi, ia pun jatuh sakit yang menyebabkan proses peradilannya dihentikan. Pak Harto pun menunjukkan ketabahan dan keteguhannya. Ia pun akhirnya sempat diadili dengan tuduhan korupsi, penyalahgunaan dana yayasan-yayasan yang didirikannya. Ia menyatakan bersedia mempertanggungjawabkan dana yayasan itu. Tapi, ia pun jatuh sakit yang menyebabkan proses peradilannya dihentikan.

Tapi tidak semua mantan menterinya tega mengkhianat, tidak mempunyai moral politik. Ada beberapa yang justeru makin dekat dengannya secara pribadi setelah bukan lagi berkuasa. Satu di antaranya adalah Saadillah Mursyid, mantan Menteri Sekretaris Negara. Saadillah menyatakan: “Mudah-mudahan saya terhindar dari orang-orang yang semasa Pak Harto memegang jabatan Presiden, selalu mendekat-dekat, menjilat dan mencari muka. Pada waktu Pak Harto tidak lagi menjadi Presiden orang-orang itu pula yang bersuara lantang menghujat, mencaci, melempar segala kesalahan kepada Pak Harto. Kelompok orang-orang seperti itu memperoleh kutukan Allah dan bagi mereka tempat kediaman yang buru”k, jahanam (Al Qur‘an, Surah Ar Ra’ad ayat 25).”

Daftar pustaka :

http://biografi.rumus.web.id/2010/10/biografi-presiden-soeharto.html

alamsyahdalbo43@gmail.com

Jumat, 27 Mei 2016

IBU

''...KISAH SEDIH..''
Lebih Dari 3 Juta Orang Menangis Setelah Membaca Ini !
*
Pada suatu hari ada anak yang berumur 4 tahun bertanya pada ibunya?
"bu, kenapa tiap ulang taun ga Pernah ngasih apa2?
ibunya cuma meneteskan air mata belum bisa menjawab, akhirnya berkata :
''Nak kan masih Lama?''
*Hari berlalu, dan si anak kini tumbuh semakin besar.
Hingga pada suatu hari, saat anak ini umur 6 tahun, dia mengalami kecelakaan.
Sang ibu sangat shock dan bergegas pergi ke rumah sakit, setiba di rumah sakit, seorang dokter berkata padai bunya itu?
''Maaf bu, saya tidak yakin anak ibu bisa bertahan,Jantungnya terluka dan sangat kecil kemungkinan untuk bertahan.
Mendengar itu, ibunya langsung menghampiri anaknya.
Anaknya terbaring lemas dan berkata?'' :
''Apakah dokter tadi memberi tahu ibu kalau aku Akan segera mati?
ibunya tak kuasa membendung air matanya,kemudian ia menggengam tangan putranya sambil menangis.
Waktupun berlalu dan anaknya yang sekarat Akhirnya udah sembuh.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke 8 Tahun, ketika ia tiba dirumahnya, dia mendapati secarik keretas diatas kasurnya.
Dia membuka pelan2 dan membacanya? Dalam surat itu isinya? :
''Nak, ibu senang banget jika akhirnya kamu bisa Membaca surat ini. karena dengan itu, ibu memastikan kamu baik saja. kamu masih ingat gak hari dimana kamu bertanya apa yang ibu berikan pada hari ulang tahunkamu yang ke 8 Tahun, mungkin ketika itu ibu belum bisa menjawabnya..
Pada akhirnya ibu bahagia bisa memberikan kamu hadiah yang tak ternilai. ibu menitipakan jantung ibu padamu. jaga baik2 Nak,
Selamat ulang tahun penuh keberekahan ya..
Anaknya pun menangis baru kemarin2 di tinggal ayahnya sekarang sang ibunda menyusul telah tiada Sedih..
SUBHANALLAH..
Sang bunda sejati meninggal dunia karena lebih memilih mendonorkan jantungnya demi menyelamatkan putranya.
Semoga yang baca cerita ini lebih sayang Orang Tua
#Aamiin
Tolong Share.. Agar Banyak Yg Membaca..
Yg Komen Aamiin Semoga Ibunya Masuk Surag :* Aamiin...

Kamis, 26 Mei 2016

WARNING....KEJAHATAN MODEL BARU

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahiim.

AWAS ANDALAH SASARAN MEREKA...!!!
PESAN MABES POLRI

Bisa disebar untuk keluarga dan orang-orang yang anda sayangi...
Wajib Dibaca dan Mohon Berhati-hati...!!!

Seorang pria menghampiri seorang wanita yg sedang mengisi bensin dan menawarkan jasanya sebagai pengecat serta memberikan kartu namanya.
Wanita itu menolaknya namun menerima kartu nama tersebut karena sopan santun. Pria tersebut kemudian masuk ke sebuah mobil yang dikemudikan pria lain. Pada saat wanita itu meninggalkan Pompa Bensin, dia melihat bahwa pria tersebut juga meninggalkan pompa bensin tersebut pada saat yang bersamaan. Hampir seketika, wanita tersebut merasa pusing dan kesulitan untuk bernapas.
Dia mencoba untuk membuka jendela mobil dan kemudian menyadari bahwa bau tersebut berasal dari tangannya. Tangan yang sama dengan tangan yang ia gunakan pada saat menerima kartu nama dari pria di Pom Bensin tersebut.
Wanita tersebut menyadari bahwa pria di pom bensin tersebut berada tepat di belakang mobilnya dan ia merasa harus melakukan sesuatu pada saat itu juga. Wanita itu kemudian menepi ke jalan masuk rumah yang pertama ia temui dan menekan klakson mobilnya berulang-ulang untuk meminta tolong.
Laki-laki yang membuntuti wanita tersebut kemudian melarikan diri , tapi wanita tersebut masih merasa sangat pusing setelah beberapa menit sampai akhirnya dia dapat bernapas dengan normal. Sepertinya ada sesuatu yang terdapat pada kartu nama tersebut yang dapat menyakitinya. Obat ini disebut dengan " *Burun Danga* " dan ini digunakan oleh orang yang ingin melumpuhkan korbannya untuk mencuri dari korban tersebut atau memanfaatkannya. Obat ini empat kali lipat lebih ampuh dari *date rape drug* ( sejenis obat bius ) dan dapat ditransfer kepada korban dengan sebuah kartu yang sederhana. Jadi harap untuk memperhatikan hal ini dan jangan menerima kartu pada saat anda sendiri atau di jalanan.
Ini juga berlaku untuk orang yang tak dikenal yang datang ke rumah anda dan memberikan kartu nama pada saat menawarkan jasa mereka.
Mohon kirim pesan ini untuk memperingati semua wanita, atau bahkan pria. Jangan anggap sepele.

Semoga bermanfaat .......

NB. Aman bukan untuk kita sendiri tetapi lebih penting
kalo aman untuk kita semua

Copas dari grup sebelah

Kamis, 19 Mei 2016

SUPRIANSAH IS THE BEST

Jadi Pembicara di Jakarta, Wabup Soppeng Diteriaki 'Ahok Baru' Senin, 16 Mei 2016 21:47 ist Wakil Bupati Soppeng, Supriansa Mannahawu (44), tampil sebagai salah satu penelis di acara diskusi keterbukaan informasi di Gedung LKBN Antara, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/5/2016) siang. TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Wakil Bupati Soppeng, Supriansa Mannahawu (44), tampil sebagai salah satu penelis di acara diskusi keterbukaan informasi di Gedung LKBN Antara, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/5/2016) siang. Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Marwan Djafar, menjadi keynote speakers sekaligus peserta diskusi bertema "Mengawal Keterbukaan Informasi Desa". Riuh tepuk tangan peserta diskusi terdengar saat Supri menyampaikan pendapatnya soal posisi kepala desa yang tidak hati-hati dalam pemanfaatan dana desa. "Kepala desa tidak boleh berbuat semaunya karena diikat oleh UU Desa. Ada dua pasal di UU Desa yang menyatakan bahwa kepala desa bisa dipecat oleh bupati bila melanggar pasal 27 dan 29 UU Desa," ujar mantan Ketua Makassar Intelektual Law ini. Memanfaatkan waktu bicara 30 menit sebelum diskusi panel, Supariansa tampil berapiapi. Dia beberapa kali mendapat aplaus dan pujian saat menyampaikan pendapat hukum dan pengalamannya empat bulan menjadi Wakil Bupati Soppeng. Supri sempat diteriaki peserta sebagai 'Ahok baru' karena bicara berapi-api dan berani. Diskusi dihelat dalam rangka setahun Hari Keterbukaan Informasi dan 8 Tahun Komisi Informasi Pusat, Kementerian Desa, serta LKBN Antara. Tampil bersama Supriansa, antara lain Eko Sulistyo (Deputi Kantor Staf Presiden) dan satu orang komisioner KIP.

Rabu, 04 Mei 2016

SAVE POLISI

Seorang personil POLRI  pulang kantor dalam keadaan lelah dan penat, ia menemukan anak perempuannya yg berumur 5 tahun menyambutnya di dpn pintu,"Ayah boleh aku tanya sesuatu?","Tentu nak, ada apa?","Ayah klo kerja plngnya kok malam2 trus, berapa rupiah uang yang Ayah peroleh tiap hari ?""Itu bukan urusanmu nak, Knp km tanya itu?" (Kt Ayah dgn sdkt kesal) "Aku cuma ingin tahu Ayah, Tolong beritahu aku, berapa rupiah uang yang Ayah peroleh dalam sehari" (dengan nada memelas)"Baiklah klo km ttp ingin tahu, Ayah dapat 100 rb tiap harinya""Ohhh" Sahut Sikecil dengan kepala menunduk, tak lama kemudian ia mendonggakkan kepala, dan bertanya kepada ayahnya," Ayah, boleh aku pinjam uang ayah 10 rb?""Utk apa!! Paling-paling utk jajan sembarangan ato beli mainan, Gak usah!! Lebih baik skrg km kemarmu dan tidur!!!" Kt ayah dgn sdkt marah Si Kecilpun pergi ke kmrnya dgn sedih dan menutup pintu. Sejam Kemudian ketika ayah mulai tenang, ia berfikir barangkali ia terlalu kasar pd si kecil, mungkn ada keinginan yg ptng sehingga anaknya meminta uang 10 rb darinya, toh ia tdk sering meminta uang. Ayahpun beranjak ke kamar si kecil. ia melihat anaknya masih terjaga, kemudian ia bertanya"Kok blm tdr nak?""Blm pa, gak bisa bobo'""maafkan Ayah ya nak, mgkin td papa terlalu keras sm km, hari ini Ayah begitu sibuk dan capek, dan td ayah melampiaskan padamu, maafin Ayah ya, nih uang 10 rb yang km minta""Si kecilpun senang, tersenyum, dan berkata" Asik..terima kasih Ayah"..lalu iapun mengeluarkan uang dr bwh bantal dan mengitungnya.Ayah menatap heran lalu bertanya" Km sudah puny uang, knp msh minta lagi sama Ayah?""Aku hanya punya uang 90 rb pa, jd krng 10 rb untuk bisa membayar Ayah" papa semakin heran "Ini Ayah,aku mau bayar ayah 100 rb untuk meminta waktu Ayah bsok, satu hri sj untuk bisa makan dan brmain bersamaku' Ayahpun menteskan airmata, lalu memeluk si kecil. "Maafkan Ayah nak, Ayah terlalu sibuk dan tak pernah puny waktu utkmu, Ayah memang jahat"Si kecilpun mencium pipi dan berkata "Aku syg ayah...........

Begitulah pengorbanan seorang POISI,tinggalkan Keluarga demi Masyarakat 👌